Rabu, 23 November 2016

Simple Past & Simple Present

Simple Past
1.      (+) I wrote a letter last night.
(- ) I didn’t write a letter last night.
(?) Did I write a letter last night.

2.      (+) She brought many books yesterday.
(- ) She didn’t bring many books yesterday.
(?) Did she bring many books yesterday?

3.      (+) He listened to music last night.
(- ) He didn’t listen to music last night.
(?) Did he listen to music last night?

4.      (+) I drove a new car three days ago.
(- ) I didn’t drive a new car three days ago.
(?) Did I drive a new car three days ago?

Simple Present
1.      (+) Tini goes to school by bus.
(- ) Tini doesn’t go to school by bus.
(?) Doesn’t tini go to school by bus?

2.      (+) Mila eats rice every morning.
(- ) Mila doesn’t eat rice every morning.
(?) Does mila eat rice every morning?

3.      (+) Anita makes a cup of coffee.
(- ) Anita doesn’t make a cup of coffee.
(?) Does anita make a cup of coffee?

4.      (+) My father reads a news paper.
(- ) My father doesn’t read a news paper.
(?) Does your father read a news paper?



Kamis, 10 November 2016

Paragraf Induktif dan Paragraf Deduktif


Nama : Diana Ulandari
Kelas  : 3EB18
NPM   : 23214017

1.       Paragraf Induktif
     Paragraf induktif merupakan paragraf yang kalimat utamanya terletak di akhir paragraf. Paragraf Induktif diawali dengan menjelaskan permasalahan-permasalahan khusus (mengandung pembuktian dan contoh-contoh fakta) yang diakhiri dengan kesimpulan yang berupa pernyataan umum.
Contoh :
Saya sangat setuju dengan adanya kegiatan kebersihan lingkungan yang diadakan  seminggu sekali di sekolah. Karena, jika lingkungan hidup bersih, kita akan terbebas dari bahaya penyakit yang akan membuat hidup menjadi sehat. Maka dari itu, kegiatan kebersihan lingkungan sangat penting di lingkungan sekolah.

2.      Paragraf deduktif
       Paragraf deduktif adalah suatu Paragraf yang kalimat utamanya terletak di awal Paragraf. Paragraf deduktif diawali dengan pernyataan yang bersifat umum dan kemudian dilengkapi dengan penjelasan-penjelasan khusus yang berupa contoh-contoh, rincian khusus, bukti-bukti dan lain-lain. Karena Paragraf deduktif dikembangkan dari suatu pernyataan umum, maka pola kalimatnya adalah dari umum ke khusus.

Contoh :
Handphone adalah alat komunikasi yang sangat berguna bagi kehidupan manusia. Perangkat komunikasi ini bisa menjadi alat komunikasi yang sangat efektif. Mereka bisa menghubungkan dua orang atau lebih meski terpisah dari jarak yang sangat jauh dan bahkan dengan waktu yang sangat cepat. Disamping sebagai alat komunikasi, handphone juga bisa menjadi alat bantu serba guna. Perangkat handphone telah dibuat dengan menambahkan fitur – fitur yang bermanfaat bagi kehidupan manusia misalnya Google map, kalkulator, penyimpan photo, memo, dan lain – lain. Fitur – fitur tersebut bisa membantu manusia memudahkan pekerjaannya.

Minggu, 06 November 2016

Kalimat Efektif


Nama    : Diana Ulandari
Kelas     : 3EB18
NPM     : 23214017         

Kalimat Efektif memiliki cirri-ciri sebagai berikut, yaitu :
    1. Kesepadanan
 Contoh :
·         Bagi seluruh mahasiswa tingkat 1 wajib mengikuti kegiatan ospek kampus. (Tidak Efektif)
·         Seluruh mahasiswa tingkat 1 wajib mengikuti kegiatan ospek kampus. (Efektif)
    2. Kesejajaran
 Contoh :
·         Hal yang mesti diperhatikan soal sampah adalah cara membuang, memilah, dan pengolahannya. (Tidak Efektif)
·         Hal yang mesti diperhatikan soal sampah adalah cara membuang, memilah, dan mengolahnya. (Efektif)
    3. Ketegasan
 Contoh :
·         Kamu buanglah sampah pada tempatnya! (Tidak Efektif)
·         Buanglah samah pada tempatnya ! (Efektif)
    4. Kehematan
 Contoh :
·         Sejek dari pagi dia pergi ke taman. (Tidak Efektif)
·         Sejak pagi dia pergi ke taman. (Efektif)
    5. Kecermatan
 Contoh :
·         Guru baru pergi ke ruang guru. (Tidak Efektif)
·         Guru yang baru pergi ke ruang guru. (Efektif)
    6. Kepaduan
 Contoh :
·         Andi membicarkanan tentang pengalaman liburannya. (Tidak Efektif)
·         Andi membicarakan pengalaman liburannya. (Efektif)
    7. Kelogisan
 Contoh :
·         Bersama surat ini saya beritahukan bahwa hari ini saya tidak masuk sekolah karena sakit. (Tidak Efektif)
·         Dengan surat ini saya beritahukan bahwa hari ini saya tidak masuk sekolah karena sakit.
(Efektif)

Kamis, 27 Oktober 2016

Ragam Bahasa



Nama  : Diana Ulandari
Kelas   : 3EB18
Npm    : 23214017

A. Pengertian Ragam Bahasa
                Ragam Bahasa adalah variasi bahasa menurut pemakaian, yang berbeda-beda menurut topik yang dibicarakan, menurut hubungan pembicara, kawan bicara, orang yang dibicarakan, serta menurut medium pembicara (Bachman, 1990). Seiring dengan perkembangan zaman yang sekarang ini banyak masyarakat yang mengalami perubahan. Bahasa pun juga mengalami perubahan. Perubahan itu berupa variasi-variasi bahasa yang dipakai sesuai keperluannya. Agar banyaknya variasi tidak mengurangi fungsi bahasa sebagai alat komunikasi yang efisien, dalam bahasa timbul mekanisme untuk memilih variasi tertentu yang cocok untuk keperluan tertentu yang disebut ragam standar (Subarianto, 2000).

B. Ragam Bahasa berdasarkan Media
Ragam bahasa berdasarkan media ada 2,yaitu :
1. Ragam bahasa lisan
                Ragam bahasa lisan adalah suatu ragam bahasa yang dihasilkan oleh alat ucap (organ of speech). Dalam ragam bahasa lisan ini, kita harus memperhatikan beberapa hal seperti tata bahasa, kosakata, dan lafal dalam pengucapannya. Karena dengan memperhatikan hal-hal tersebut, pembicara dapat mengatur tinggi rendah suara atau tekanan yang dikeluarkan, mimik/ekspresi muka yang ditunjukkan, serta gerak tangan atau isyarat untuk mengungkapkan ide dari sang pembicara.
Contoh ragam lisan antara lain meliputi:
  • Ragam bahasa cakapan
  • Ragam bahasa pidato
  • Ragam bahasa kuliah
  • Ragam bahasa panggung
Contoh  bahasanya :  “Sudah saya makan kue itu.”
2. Ragam bahasa tulisan
                Ragam bahasa tulisan adalah bahasa yang dihasilkan dengan memanfaatkan tulisan dengan huruf sebagai unsur dasarnya. Dalam ragam bahasa tulisan ini, kita harus memperhatikan beberapa hal seperti tata cara penulisan (ejaan) di samping aspek tata bahasa dan pemilihan kosa kata. Karena dalam ragam bahasa tulis ini kita dituntut untuk tepat dalam pemilihan unsur tata bahasa seperti bentuk kata, susunan kalimat, pilihan kata, kebenaran penggunaan ejaan, dan juga penggunaan tanda baca dalam mengungkapkan ide kita.
Contoh ragam lisan antara lain meliputi:
  • Ragam bahasa teknis
  • Ragam bahasa undang-undang
  • Ragam bahasa catatan
  • Ragam bahasa surat
Contoh bahasanya : “Saya sudah memakan kue itu”

C. Ragam Bahasa berdasarkan Situasi

1. Ragam Bahasa Resmi
                Ragam bahasa resmi adalah ragam bahasa yang biasa digunakan dalam suasana resmi atau formal, misalnya surat dinas, pidato dan makalah atau karya tulis. Ragam bahasa resmi (formal) biasanya menggunakan tata bahasa yang baik (sesuai EYD), lugas, sopan, menggunakan bahasa yang baku, baik itu dalam bahasa lisan maupun tertulis.  Bahasa resmi atau formal adalah bahasa yang digunakan dalam situasi resmi, seperti urusan surat-menyurat, bertutur dengan orang yang tidak kita kenal dekat atau lebih tinggi status dan pangkatnya.

Contoh ragam bahasa resmi : “Saya sudah menyelesaikan pekerjaan rumah tersebut.”

2. Ragam Bahasa tak resmi
                Ragam bahasa tidak resmi adalah ragam bahasa yang biasa digunakan dalam suasana tidak resmi, misalnya surat pribadi dan surat untuk keluarga atau yang berbentuk lisan, contohnya dalam percakapan sehari-hari. Ragam bahasa tidak resmi (non formal) Ciri-ciri bahasa tidak resmi adalah kebalikan dari bahasa resmi. Biasanya digunakan oleh orang-orang yang sudah akrab, seperti antara teman dekat, antara orang tua dan anak, atau kepada kerabat dekatl ainnya.

Contoh ragam bahasa tak resmi : “PR itu sudah aku selesaikan.”

3. Ragam Bahasa Akrab
                Ragam bahasa akrab digunakan oleh penutur dan petutur yang memiliki hubungan sangat akrab dan dekat seperti dengan anggota keluarga atau sahabat karib.Penggunaan kalimat-kalimat pendek merupakan ciri ragam bahasa akrab. Kalimat-kalimat pendek ini menjadi bermakna karena didukung oleh bahasa nonverbal seperti anggukan kepala , gerakan kaki dan tangan tangan,atau ekspresi wajah.

Contohnya : “Ambillah makanan yang kamu suka.”

4. Ragam Bahasa Konsultasi
                Ketika kita mengunjunggi seorang dokter, ragam bahasa yang kita gunakan adalah ragam bahasa resmi. Namun, dengan berjalannya waktu terjadi alih kode. Bukan bahasa resmi yang digunakan, melainkan bahasa santai. Itulah ragam bahasa konsultasi.

Contohnya : “Pasien harus dirawat karena penyakitnya sudah parah.”