Jumat, 01 Mei 2015

Materi 11
INDUSTRIALISASI DI INDONESIA
11.1.KONSEP DAN TUJUAN INDUSTRIALISASI

Dalam sejarah pembangunan ekonomi, konsep industrialisasi berawal dari revolusi industry pertama pada pertengahan abad 18 di Inggris dengan penemuan metode baru untuk pemintalan dan penenunan kapas yang menciptakan spesialisasi dalam produksi dan peningkatan produktivitas dari factor produksi yang digunakan. Setelah itu, inovasi dan penemuan baru dalam pengolahan besi dan mesin uap yang mendorong inovasi dalam pembuatan antara lain besi baja, kereta api dan kapal tenaga uap.
Revolusi industry kedua akhir abad 18 dan awal abad 19 dengan berbagai perkembangan teknologi dan inovasi membantu laju industrialisasi. Setelah PD II muncul berbagai teknologi baru seperti produksi masal dengan menggunakan assembly line, tenaga listrik, kendaraan bermotor, penemuan barang sintetis dan revolusi teknologi komunikasi, elektronik, bio, computer dan penggunaan robot.
Awal konsep industrialisasi adalah Revolusi industri abad 18 di Inggris kemudian Penemuan metode baru dlm pemintalan dan penemuan kapas yg menciptakan spesialisasi produksi dan peningkatan produktivitas factor produksi.Industrialisasi adalah suatu proses interkasi antara perkembangan teknologi, inovasi, spesialisasi dan perdagangan dunia untuk meningkatkan pendapatan masyarakat dengan mendorong perubahan struktur ekonomi.
Industrialisasi merupakan salah satu strategi jangka panjang untuk menjamin pertumbuhan ekonomi. Hanya beberapa Negara dengan penduduk sedikit & kekayaan alam melimpah seperti Kuwait & libya ingin mencapai pendapatan yang tinggi tanpa industrialisasi.
Tujuan pembangunan industri nasional baik jangka menengah maupun jangka panjang ditujukan untuk mengatasi permasalahan dan kelemahan baik di sektor industri maupun untuk mengatasi permasalahan secara nasional, yaitu :

1)   Meningkatkan penyerapan tenaga kerja industri.
2)   Meningkatkan ekspor Indonesia dan pember-dayaan pasar dalam negeri.
3)   Memberikan sumbangan pertumbuhan yang berarti bagi perekonomian.
4)  Mendukung perkembangan sektor infrastruktur.
5)  Meningkatkan kemampuan teknologi.
6)  Meningkatkan pendalaman struktur industri dan diversifikasi produk.
7)  Meningkatkan penyebaran industri.


Industri adalah bidang matapencaharian yang menggunakan ketrampilan dan ketekunan kerja (bahasa Inggris: industrious) dan penggunaan alat-alat di bidang pengolahan hasil-hasil bumi dan distribusinya sebagai dasarnya. Maka industri umumnya dikenal sebagai mata rantai selanjutnya dari usaha-usaha mencukupi kebutuhan (ekonomi) yang berhubungan dengan bumi, yaitu sesudah pertanian, perkebunan dan pertambangan yang berhubungan erat dengan tanah. Kedudukan industri semakin jauh dari tanah, yang merupakan basis ekonomi, budaya dan politik.
Awal konsep industrialisasi revolusi industry abad 18 di Inggris adalah dalam pemintalan dan produksi kapas yang menciptakan spesialisasi produksi.selanjutnya penemuan baru pada pengolahan besi dan mesin uap sehingga mendorong inovasi baja,dan begitu seterusnya,inovasi-inovasi bar uterus bermunculan.industri merupakan salah satu strategi jangka panjang untuk menjaminC pertumbuhan ekonomi.
Tujuan industrialisasi itu sendiri adalah untuk memajukan sumber daya alam yang dimiliki oleh setiap Negara,dengan didukung oleh sumber daya manusia yang berkualitas,dengan industrialisasi ini maka,Negara berkembanga yang mampu memanfaatkannya dengan baik,maka akan meningkatkan pertumbuhan ekonomi Negara tersebut. 

Materi 10 
SektorPertanian
10.4 KeterkaitanPertaniandenganIndustriManufaktur
            Salah satu penyebab krisis ekonomi adalah kesalahan industrialisasi yang tidak berbasis pertanian. Hal ini terlihat bahwa laju pertumbuhan sector pertanian positive walaupu kecil, sedangkan industry manufaktur negative. Jepang, Taiwan dan Eropa dalam memajukan industry manufaktur diawali dengan revolusi sector pertanian.
Alasan sector pertanian harus kuat dalam proses industrialisasi:
a.       Sektor pertanian kuat lapangan terjamin tidak ada laporan kondisi sospol stabil.
b.      Sudut Permintaan Sektor pertanian kuat pendapatan riil perkapita naik permintaan oleh petani terhadap produk industry manufaktur naik berarti industry manufaktur berkembang dan output industry menjadi input sector pertanian.
c.       Sudut Penawaran permintaan produk pertanian sebagi bahan baku oleh industry manufaktur.
d.      Kelebihan output sector pertanian digunakan sebagai sebuah investasi sector industry manufaktur seperti industry kecil dipedesaan.
            Kenyataan di Indonesia keterkaitan produksi sector pertanian dan industry manufaktur sangat lemah dan kedua sector tersebut sangat bergantung kepada barang impor. Sisi yang berseberangan dengan pertanian industrial adalah pertanian berkelanjutan (sustainable agriculture).
            Pertanian berkelanjutan, dikenal juga dengan variasinya seperti pertanian organic atau permakultur, memasukkan aspek kelestarian daya dukung lahan maupun lingkungan dan pengetahuan local sebagai factor penting dalam perhitungan efisiensinya. Akibatnya, pertanian berkelanjutan biasanya memberikan hasil yang lebih rendah dari pada pertanian industrial.

Sumber :
http://paskomnas.com/id/berita/Kondisi-Pertanian-Indonesia-saat-ini-Berdasarkan-Pandangan-Mahasiswa-Pertanian-Indonesia.php
www.wikipedia.com

Materi 10

SektorPertanian
10.3 Investasi di SektorPertanian
            Kegiatan pertanian adalah “proses transformasi input menjadi output pertanian” atau “kegiatan budidaya untuk menghasilkan produk primer pertanian”. Produk primer pertanian adalah “produk pertanian yang belum mengalami proses transformasi fisik atau kimiawi, yaitu produk-produk segar atau produk-produk yang hanya mengalami perlakuan pasca panen”.
Investasi dapat dibagi menjadi investasi publik dan investasi usaha. Investasi public menjadi tanggung jawab pemerintah, yaitu infrastruktur yang mendukung investasi usaha pertanian, antara lain pembangunan jaringan pengairan dan jalan pertanian. Dan bangunan pasar hasil pertanian). Sementara itu, investasi usaha pertanian dilakukan
Oleh pelaku usaha, baik perusahaan berbadan hokum maupun usaha perseorangan dan bantuan pemerintah.
            Bentuk investasi usaha pertanian adalah pembelian barang modal yang mempunyai masa pakai (umurekonomi) lebih dari satu tahun (BPS, 1997,Van der Eng, 2009). Sebagai contoh adalah pembelian indukan ternak pembibitan (breeding cattle), pembelian ternak penghasil susu (dairy cattle), pembukaan/pembelian lahan usaha pertanian, pendirian/pembelian bangunanpertanian (bangunan pengairan).
            Produk pertanian yang pengembangannya merupakan tanggung jawab Ditjen Pengembangan Pengolahan dan Pemasaran Hasil Pertanian (P2HP), Kementerian Pertanian RI. Kandangternakdanpembelianalsintan (baruataubekas) dengantujuanuntukmenghasilkanproduk primer pertanian. Bantuan capital oleh pemerintah antara lain adalah alsintan (traktortangan, thresher, pompa air, dan lain-lain) kepada petani atau Kelompok Tani.
            Nilai neto barang-barang tersebut (nilai kotor dikurangi dengan penyusutan) disebut stok modal/capital pertanian. Biaya operasional untuk membeli bibit, pupuk, obat-obatan, peralatan, upah tenaga kerja dan lain-lain yang habis dipakai dalam setahun atau kurang tidak termasuk kedalam biaya investasi. 

Sumber :
http://paskomnas.com/id/berita/Kondisi-Pertanian-Indonesia-saat-ini-Berdasarkan-Pandangan-Mahasiswa-Pertanian-Indonesia.php
www.wikipedia.com

Materi 10 
SektorPertanian
 10.2 NilaiTukarPetani
            Nilai tukar petani (NTP) adalah rasio antara indeks harga yang diterima petani dengan indeks harga yang dibayar petani yang dinyatakan dalam persentase. Nilai tukar petani merupakan salah satu indicator dalam menentukan tingkat kesejahteraan petani. Pengumpulan data dan perhitungan NTP di indonesia dilakukan oleh Biro Pusat Statistik. 
            Indek seharga yang diterima petani (IT) adalah indeks harga yang menunjukkan perkembangan harga produsen atas hasil produksi petani. Dari nilai IT, dapat dilihat fluktuasi harga barang-barang yang dihasilkan petani. Indeks ini digunakan juga sebagai data penunjang dalam penghitungan pendapatan sector pertanian.
            IT dihitung berdasarkan nilai jual hasil pertanian yang dihasilkan oleh petani, mencakup sector padi , palawija , hasil peternakan, perkebunan rakyat , sayuran , buah, dan hasil perikanan  (perikanan tangkap maupun budidaya).
Indek sharga yang dibayar petani (IB) adalah indeks harga yang menunjukkan perkembangan harga kebutuhan rumah tangga petani, baik kebutuhan untuk konsumsi rumah tangga maupun kebutuhan untuk proses produksi pertanian. Dari IB, dapat dilihat fluktuasi harga barang-barang yang dikonsumsi oleh petani yang merupakan bagian terbesar dari masyarakat di pedesaan, serta fluktuasi harga barang yang diperlukan untuk memproduksi hasil pertanian. Perkembangan IB juga dapat menggambarkan perkembangan inflasi di pedesaan.
            IB dihitung berdasarkan indeks harga yang harus dibayarkan oleh petani dalam memenuhi kebutuhan hidupnya dan penambahan barang modal dan biaya produksi, yang dibagi lagi menjadi sektor makanan dan barang dan jasa non makanan.
Secaraumum NTP menghasilkan 3 pengertian :
  1. NTP > 100 berarti NTP pada suatu periode tertentu lebih baik dibandingkan dengan NTP pada tahun dasar, dengan kata lain petani mengalami surplus. Harga produksi naik lebih besar dari kenaikan harga konsumsinya. Pendapatan petani naik dan menjadi lebih besar dari pengeluarannya.
  2. NTP = 100 berarti NTP pada suatu periode tertentu sama dengan NTP pada tahun dasar, dengan kata lain petani mengalami impas. Kenaikan/penurunan harga produksinya sama dengan persentase kenaikan/penurunan harga barang konsumsi. Pendapatanpetanisamadenganpengeluarannya.
  3. NTP < 100 berarti NTP pada suatu periode tertentu menurun dibandingkan NTP pada tahun dasar, dengan kata lain petani mengalami defisit. Kenaikan harga produksi relative lebih kecil dibandingkan dengan kenaikan harga barang konsumsinya. Pendapatan petani turun dan lebih kecil dari pengeluarannya.
            Nilai tukar petani dapat bervariasi di setiap daerah dan berfluktuasi seiring waktu. Nilai tukar petani dihitung secara skala nasional maupun lokal. Nilai tukar petani secara nasional pada periode Oktober 2013 mengalami peningkatan 0.71% dari 104,56 poin pada periode September 2013 ke 105,30 poin namun secara lokal, misal di Jambi , didapatkan hasil yang berbeda. Di Jambi pada periode yang sama nilai tukar petani naik sebesar 0,63persen disbanding bulan sebelumnya yaitu dari 87,56 point menjadi 88,11 point pada Oktober 2013.
            Peningkatan nilai tukar petani di Bali juga dilaporkan berbeda, yakni sebesar 0,16 persen dari 106,82 persen pada September 2013 menjadi 107 persen pada bulan Oktober 2013. Orientasi pembangunan saa tini yang berfokus pada industry dan modal cenderung mengesampingkan pembangunan pertanian pedesaan, sehingga indicator nilai tukar petani tidak masuk ke dalam tujuan pembangunan.

Sumber :
http://paskomnas.com/id/berita/Kondisi-Pertanian-Indonesia-saat-ini-Berdasarkan-Pandangan-Mahasiswa-Pertanian-Indonesia.php
www.wikipedia.com


Materi 10
SektorPertanian
            Sektor pertanian merupakan sektor yang strategis dan berperan penting dalam perekonomian nasional dan kelangsungan hidup masyarakat, terutama dalam sumbangannya terhadap PDB, penyedia lapangan kerja dan penyediaan pangan dalam negeri.
            Kesadaran terhadap peran tersebu tmenyebabkan sebagian besa rmasyarakat masih tetap memelihara kegiatan pertanian mereka meskipun Negara telah menjadi Negara industri. Sehubungan dengan itu, pengendalian ahan pertanian merupakan salah satu kebijakan nasional yang strategis untuk tetap memelihara industry pertanian primer dalam kapasitas penyediaan pangan, dalam kaitannya untuk mencegah kerugian social ekonomi alam jangka panjang mengingat sifat multi fungsi lahan pertanian.
            Pembahasan dan penanganan masalah alih fungsi lahan pertanian yang dapat mengurangi jumlah lahan pertanian, terutama lahan sawah, telah berlangsung sejak dasawarsa 90-an. Akan tetapi sampai saat ini pengendalian alih fungsi lahan pertanian belum berhasil diwujudkan. Selama ini berbagai kebijaksanaan yang berkaitan dengan masalah pengendalian konversi lahan sawah sudah banyak dibuat.
10.1       SektorPertanian di Indonesia

            Struktur perekonomian Indonesia merupakan topik strategis yang sampai sekarang masih menjadi topik sentral dalam berbagai diskusi di ruang publik. Gagasan mengenai langkah-langkah perekonomian Indonesia menuju era industrialisasi, dengan mempertimbangkan usaha mempersempit jurang ketimpangan sosial dan pemberdayaan daerah, sehingga terjadi pemerataan kesejahteraan kiranya perlu kita evaluasi kembali sesuai dengan konteks kekinian dan tantangan perekonomian Indonesia di era globalisasi.
            Maka sektor pertanian menjadi sektor penting dalam struktur perekonomian Indonesia. Seiring dengan berkembangnya perekonomian bangsa, maka kita mulai mencanangkan masa depan Indonesia menuju era industrialisasi, dengan pertimbangan sektor pertanian kita juga semakin kuat.
Struktur tenaga kerja kita sekarang masih didominasi oleh sektor pertanian sekitar 42,76 persen (BPS 2009), selanjutnya sektor perdagangan, hotel, dan restoran sebesar 20.05 persen, dan industri pengolahan 12,29 persen.
            Pertumbuhan tenaga kerja dari 1998 sampai 2008 untuk sektor pertanian 0.29 persen, perdagangan, hotel dan restoran sebesar 1,36 persen, dan industri pengolahan 1,6 persen. Tenaga kerja ada di sektor keuangan, asuransi, perumahan dan jasa sebesar 3,62 persen, sektor kemasyarakatan, sosial dan jasa pribadi 2,88 persen dan konstruksi 2,74 persen.
            Berdasarkan data ini, sektor pertanian memang hanya memiliki pertumbuhan yang kecil, namun jumlah orang yang bekerja di sektor itu masih jauh lebih banyak dibandingkan dengan sektor keuangan, asuransi, perumahan dan jasa yang pertumbuhannya paling tinggi.
Data ini juga menunjukkan peran penting dari sektor pertanian sebagai sektor tempat mayoritas tenaga kerja Indonesia memperoleh penghasilan untuk hidup.
            Sesuai dengan permasalahan di sektor pertanian yang sudah disampaikan di atas, maka kita mempunyai dua strategi yang dapat dilaksanakan untuk pembukaan lapangan pekerjaan bagi masyarakat Indonesia di masa depan.
Strategi pertama adalah melakukan revitalisasi berbagai sarana pendukung sektor pertanian, dan pembukaan lahan baru sebagai tempat yang dapat membuka lapangan pekerjaan baru bagi masyarakat Indonesia.
            Keberpihakan bagi sektor pertanian, seperti ketersediaan pupuk dan sumber daya yang memberikan konsultasi bagi petani dalam meningkatkan produktivitasnya, perlu dioptimalkan kinerjanya. Keberpihakan ini adalah insentif bagi petani untuk tetap mempertahankan usahanya dalam pertanian. Karena tanpa keberpihakan ini akan semakin banyak tenaga kerja dan lahan yang akan beralih ke sektor-sektor lain yang insentifnya lebih menarik.
            Strategi kedua adalah dengan mempersiapkan sarana dan prasarana pendukung bagi sektor lain yang akan menyerap pertumbuhan tenaga kerja Indonesia. Sektor ini juga merupakan sektor yang jumlah tenaga kerjanya banyak, yaitu sektor perdagangan, hotel, dan restoran serta industri pengolahan. Sarana pendukung seperti jalan, pelabuhan, listrik adalah sarana utama yang dapat mengakselerasi pertumbuhan di sektor ini.
            Struktur perekonomian Indonesia sekarang adalah refleksi dari arah perekonomian yang dilakukan di masa lalu. Era orde baru dan era reformasi juga telah menunjukkan bahwa sektor pertanian masih menjadi sektor penting yang membuka banyak lapangan pekerjaan bagi masyarakat Indonesia. Sektor pertanian juga menyediakan pangan bagi masyarakat Indonesia.

Sumber :
http://paskomnas.com/id/berita/Kondisi-Pertanian-Indonesia-saat-ini-Berdasarkan-Pandangan-Mahasiswa-Pertanian-Indonesia.php
www.wikipedia.com